Gubernur Optimis Kemiskinan Kaltim di Bawah 3 Persen
Gubernur H Isran Noor
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,SAMARINDA
-
Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor optimis angka kemiskinan di Kaltim akan bisa
terus diturunkan hingga di bawah 3 persen.
"Kalau program tiga ribu rumah layak
huni kerja sama pemerintah dan perusahaan
bisa tercapai, saya yakin jumlah orang miskin di Kaltim tidak akan lebih
dari tiga persen, bahkan di bawah dua persen," yakin Gubernur Isran Noor
saat memimpin penanaman pohon pangan untuk penghijauan di areal PT Lana Harita,
Senin (1/8/2023). Acara juga dirangkai penyerahan bantuan rumah layak huni
untuk 50 warga di Samarinda dari program APBD Pemprov Kaltim.
Salah satu alasan Gubernur, karena masyarakat
di pedalaman dan desa pada umumnya sudah memiliki aset berupa lahan, perkebunan
dan ternak.
Namun mereka belum memiliki rumah yang layak
huni. Padahal, rumah layak huni menjadi komponen atau kriteria penentuan
kelompok warga miskin. Rumah tidak layak akan menjadi penyebab berbagai
persoalan dalam keluarga, terutama masalah kesehatan.
Oleh karena itu, dalam kebijakan yang tertuang dalam regulasi daerah, Gubernur Isran Noor menegaskan agar dana corporate social responsibility (CSR) fokus untuk pembangunan rumah layak huni. Sebab pembangunan lainnya sudah tertangani dengan APBD dan APBN."Jadi Lana Harita mau bangun berapa? Seribu unit?" canda Gubernur.
"Kita tidak minta duit dari keuntungan
perusahaan, tapi kita minta dana CSR untuk bangun rumah layak huni," tegas
Gubernur.
Karena itu, kebersamaan antara pemerintah dan para pengusaha (perusahaan) menjadi sangat penting."Kalau tidak bisa bangun satu unit, ya setengah unit. Tidak bisa setengah unit, ya seperempat unit. Kalau tidak bisa juga seperempat, ya keterlaluan," sindir Gubernur.
Di Kaltim sendiri sudah banyak perusahaan
yang peduli membangun rumah layak huni, baik dari sektor pertambangan batu
bara, perminyakan, termasuk perbankan seperti Bankaltimtara.
Pemprov Kaltim sendiri bersama APBN dan APBD
kabupaten dan kota target hingga akhir 2023 akan direhabilitasi sebanyak 25.000
rumah tidak layak huni menjadi layak huni. (mar)